25.4 C
Bontang
Selasa, Juli 16, 2024
spot_img

Penuhi Kebutuhan, Kelompok Tani Bontang Manfaatkan Ruang Terbatas

KAREBAKALTIM.com – Sebagai kota industri, Pemerintah Kota Bontang tak mengesampingkan bidang pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan warganya.

Kondisi ini tergambar dari dominasi dua perusahaan multinasional yang bergerak di bidang pengolahan gas alam dan produsen amoniak serta urea. Ditambah dengan sejumlah perusahaan industrial lainnya.

Dengan 70 persen luas wilayah berupa perairan (laut), membuat Kota Bontang cukup terbatas dalam pengembangan dan pemanfaatan lahan pertanian.

Namun, Pemkot Bontang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) terus melakukan pembinaan kepada masyarakat yang menggeluti bidang pertanian.

Kepala Bidang Pertanian DKP3 Kota Bontang, Debora Kristiani mengatakan, saat ini terdapat sekitar 60 kelompok tani ternak (KTT) aktif. Puluhan KTT itu merupakan kelompok binaan yang mendapatkan sejumlah program pengembangan.

“Jadi dalam satu kelompok itu ada yang bertani ada juga peternak,” kata Debora, Senin (22/8/2022).

Debora menyampaikan, kelompok tani ternak binaan tersebut tersebar di seluruh Kota Bontang. Bahkan ada beberapa kelompok yang masuk kelompok tani di wilayah perkotaan.

Kelompok ini, kata dia, melakukan kegiatan pertanian dengan memproduksi tanaman holtikultura seperti sayur-sayuran dan buahan bagi masyarakat yang bermukim di tengah Kota.

Kelompok tersebut memanfaatkan lahan kosong di pekarangan rumah atau menggunakan pot sebagai wadah tanaman sayur atau buah.

“Meskipun hasilnya tidak besar,tapi cukup untuk menyangga ketahanan pangan kita,” kata mantan Kabid Ketahanan Pangan itu.

Selain kelompok tani perkotaan itu, terdapat kelompok lain yang juga banyak memanfaatkan lahan-lahan kosong dan hutan lindung dengan sistem pinjam pakai.

“Di Bontang Lestari itu banyak juga, tapi sebagian kan (memanfaatkan kawasan) hutan lindung,” katanya.

Dengan keterbatasan lahan ini, Debora mengaku terus melakukan pendampingan kepada pelaku pertanian agar tetap semangat dalam melakukan usahanya.

Apalagi, ke depan Bontang pasca migas harus bersiap untuk mengembang potensi di luar industri, terutama untuk pertanian dan perikanan.

Untuk itu Debora mengatakan pembinaan yang dilakukan saat ini sangat intens, bahkan bisa dua kali dalam seminggu.

“Ada monitoring budidaya, alsintan, dan hama penyakit, yg paling sering kami lakukan itu monitoring hama penyakit,” ungkapnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
21,900PelangganBerlangganan