Pencari Kerja di Bontang Turun Drastis 3 Tahun Terakhir

Pejabat Pengantar Kerja Disnaker Bontang, Riduansyah. (Mirah/ Karebakaltim)

KAREBAKALTIM.com – Angka pencari kerja (pencaker) di Bontang mengalami penurunan dalam kurun tiga tahun terakhir.

Pengantar Kerja Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang, Riduansyah, menjabarkan data yang dikumpulkan pihaknya pada 2019 lalu pencaker mencapai 8.756 orang. Sedangkan, pada 2020 menurun menjadi 6.699 orang atau ketika virus Covid-19 mulai menjangkit di Indonesia.

Sempat tejadi kenaikan pada 2021 lalu sebanyak 199 orang sehingga total pencari kerja sebanyak 6.898 orang. Namun, kenaikan tersebut jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2018 sebanyak 10.602 pencaker.

“Jadi turun. Kalau untuk 2022 ini kita belum ada datanya,” sebutnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jalan Awang Long, Bontang Utara, Senin (7/2/2021).

Menurut Riduansyah, para pencaker bukan orang yang identik dengan pengangguran. Bisa saja orang yang sudah memiliki pekerjaan namun mencoba untuk mencari pengalaman yang lebih baik dari pekerjaan yang telah dimiliki sebelumnya.

“Barangkali ada pekerjaan yang lebih baik. Jadi dia ngurus kartu kuning (AK1) lagi untuk mendaftar. Tapi itu sah-sah saja selama tidak menyalahi aturan yang disepakati antara perusahaan dan pekerja,” jelasnya.

Kendati begitu, ia mengimbau kepada perusahaan agar melapor ketika sudah menerima pencari kerja di tempatnya. Agar database pencaker di dinas yang menaungi ketenagakerjaan ini bisa terhapus.

Terlebih di dalam AK1 tertulis, perusahaan wajib melaporkan data penempatan kerja ketika pencaker sudah diterima bekerja.

Adapun sebagai upaya, pihaknya selalu melakukan monitoring dan koordinasi ke perusahaan yang menerima pencaker supaya melapor. (*)

 

Reporter : Mirah Hayati

Editor: Qadlie Fachruddin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini