KAREBAKALTIM.com – Pemerintah Kota Bontang resmi menandatangani kontrak dengan Perusahaan Umum (Perum) Bulog untuk membangun gudang penyimpanan di Kota Bontang. Inisiatif ini disambut positif oleh Aloysius Roni, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, yang menilai langkah ini sebagai terobosan penting untuk meningkatkan ketahanan pangan di kota yang berstatus transit ini.
Menurut Roni, gudang Bulog yang akan dibangun memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan, terutama beras. “Keberadaan gudang Bulog ini diharapkan dapat menjaga kestabilan harga beras yang selama ini mengalami kenaikan. Pasokan dari luar sering kali mengalami kendala, sehingga ketersediaan stok di dalam kota menjadi sangat penting,” ungkapnya.
Politikus Golkar ini menambahkan, selama setahun terakhir, harga beras di Bontang cenderung mengalami peningkatan akibat ketergantungan pada pasokan dari luar daerah, terutama Pulau Jawa dan Sulawesi. Keberadaan gudang Bulog di Bontang diharapkan bisa mengurangi ketergantungan tersebut dan membantu kota ini menjaga stabilitas harga pangan.
Selain itu, Bontang berpotensi menjadi penyedia stok beras untuk wilayah lain seperti Kutai Timur (Kutim) di masa mendatang. “Ini adalah salah satu program yang didorong oleh DPRD kepada pemerintah, dan sekarang sudah berhasil direalisasikan,” tambah Roni.
Wakil rakyat dari dapil Bontang Barat ini berharap proses pembangunan gudang Bulog ini dapat segera dimulai untuk mempercepat dampak positifnya pada perekonomian Kota Bontang. Dengan adanya gudang ini, perputaran ekonomi akan lebih cepat karena ketersediaan pangan terjamin.
“Semakin cepat gudang dibangun, semakin cepat pula perputaran ekonomi di wilayah Bontang, terutama dalam menjaga stok pangan yang stabil,” tutup Roni.
Pemerintah Kota Bontang bersama Perum Bulog diharapkan segera melaksanakan pembangunan gudang ini demi mendukung ketahanan pangan dan kestabilan harga di wilayah Bontang serta sekitarnya.
Penulis : Aji




