KAREBAKALTIM.COM, Samarinda – Bagi sebagian mahasiswa perantau, Idulfitri tahun ini terasa berbeda. Salah satunya adalah Siti Maulani Jabal Rahma, mahasiswi asal Universitas Mulawarman (Unmul), yang harus merayakan Lebaran jauh dari keluarga karena sedang menjalani praktik kerja industri di Bumi Pasundan.
“Biasanya, pagi-pagi sudah sibuk dengan keluarga, salat Id bersama, lalu sungkeman. Sekarang, cuma bisa lewat video call,” ujar Siti saat dihubungi melalui WhatsApp, Selasa (1/4/2025).
Keputusan untuk tidak pulang ke kampung halaman di Samarinda bukanlah hal mudah. Selain kesibukan di tempat magang, harga tiket pesawat yang melonjak menjelang Lebaran menjadi pertimbangan tersendiri.
Selain keluarga, satu hal yang paling ia rindukan dari kampung halaman adalah makanan khas Lebaran. “Di sini beda. Nggak ada buras, palekko, coto Makassar, atau opor yang biasanya selalu ada di meja makan saat Lebaran,” kata Siti.
Meskipun begitu, ia tetap bersyukur karena suasana di tempat tinggalnya cukup ramai. Dirinya dan teman-teman sesama perantau dapat menciptakan suasana baru nan hangat agar tetap bisa merasakan kebersamaan meski jauh dari keluarga.
“Sebenarnya kangen rumah, tapi saya belajar bahwa kebersamaan bisa diciptakan di mana saja. Jadi, meskipun jauh dari keluarga, nggak terlalu sedih,” tambahnya.
Lebaran kali ini memberikan pelajaran berharga bagi Siti. Baginya, Idulfitri bukan hanya tentang kumpul keluarga, tetapi juga tentang menjaga kebiasaan baik yang telah dijalani selama Ramadan.
“Yang penting itu tetap menjaga keistikamahan dalam ibadah. Harusnya bukan cuma rajin ibadah saat Ramadan, tapi juga setelahnya,” ujarnya.
Setelah Lebaran, Siti berencana menikmati suasana Bandung dengan berwisata dan memasak makanan khas daerahnya bersama teman-teman.
“Kami mau masak nasi kuning atau palekko yang pedas. Setelah itu, jalan-jalan menikmati Bandung,” katanya dengan antusias.
Pengalaman merayakan Lebaran jauh dari rumah mengajarkan Siti banyak hal, mulai dari kesabaran, kemandirian, hingga arti kebersamaan dalam bentuk yang berbeda. Ia berharap tahun depan bisa merayakan Lebaran dengan keluarga di Samarinda.
“Semoga tahun depan kita semua bisa merayakan Lebaran dengan keluarga, dalam keadaan lebih baik, siapa tahu sudah kerja, atau bahkan sudah menikah,” tutupnya sambil tertawa.(Bey)