26.1 C
Bontang
Kamis, Juni 13, 2024
spot_img

Minim Lahan Pertanian, DKP3 Bontang Canangkan Urban Farming

KAREBAKALTIM.com – Meski minim lahan pertanian, Pemerintah Kota Bontang berupaya menciptakan ruang tanam melalui sejumlah program untuk memenuhi kebutuhan pangan warganya.

Menurut Kepala Bidang Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, Debora Kristiani, produksi pertanian Bontang saat ini hanya mampu memenuhi 10 persen dari kebutuhan pangan. Hasil pertanian yang mampu diproduksi berupa padi, sayur-sayuran dan buah.

“90 persen kebutuhan pangan masih dari luar, terutama kebutuhan pokok seperti beras. Tapi untuk komoditas sayur sudah lokal,” kata Debora saat kepada Karebakaltim.com, Senin (22/8/2022).

Selain keterbatasan lahan, kata Debora, keterbatasan sumber daya manusia juga menjadi kendala. Sehingga hasil pertanian lokal masih sulit untuk memenuhi kebutuhan pangan di Kota Taman.

Ia menjelaskan, dengan keterbatasan lahan dan SDM pemerintah mencoba melakukan program Urban Farming (pertanian perkotaan). Urban farming adalah bentuk pertanian perkotaan dengan menanam di daerah pemukiman. Kerap ditemui dan dilakukan di halaman belakang atau di tanah kosong.

“Ini program yang direncanakan Pak Walikota, akan launching dalam waktu dekat,” ujarnya.

Dengan program tersebut, setiap masyarakat yang memiliki lahan di area rumahnya dapat dimanfaatkan untuk urban farming.

Sehingga ke depan, bukan hanya komiditas jenis sayur-sayuran yang dapat diproduksi. Terdapat potensi menanam tanaman buah dalam pot (tabudapot) dan budidaya ikan air tawar.

“Program ini bisa dijalankan di setiap RT dengan memanfaatkan dana stimulan dari pemerintah yang dibagi ke setiap RT,” ungkap Debora. (*/Adv)

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
21,800PelangganBerlangganan