Korban Rumah Roboh di Nyerakat Butuh Uluran Tangan Dermawan

KAREBAKALTIM.com – Hujan deras dan angin kencang meliputi Kota Bontang secara keseluruhan, Jumat (18/12/2020) sekira pukul 22.15 WITA.

Mariama tak menyangka akibat cuaca ekstrem tersebut, pohon karet yang terbilang cukup besar dan kokoh dengan tinggi 15 hingga 20 meter, lebar kurang lebih 1,5 meter yang berada sekitar 3 meter di belakang rumah ambruk menimpa tempat tinggalnya itu.

Dengan berlinang air mata, ibu 2 anak itu menceritakan awal mula kejadian yang mengagetkan dirinya dan keluarga. Bukan hanya mereka, namun tetangganya di Jl Linmas II, Nyerakat, Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan pun ikut terkejut.

Terlebih pada saat kejadian pukul 22.30 WITA, mereka sedang berada di dalam rumah.

“Kedua anak saya di kamar. Si sulung tidur dan adiknya hanya sekedar rebahan. Suami di ruang tamu, saya di dapur tepat depan kompor melihat-lihat kiri kanan, memang sudah merasa wanti-wanti karena angin kencang betul,” ungkapnya saat ditemui langsung di lokasi kejadian, Sabtu (19/12/2020) sore.

Rumah dengan ukuran 4×6 meter itu seketika roboh. Nasib baik, wanita berumur 41 tahun beserta anak dan suaminya tidak ikut tertimbun dalam reruntuhan puing-puing rumah bedah program Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang yang baru saja ia tempati sejak 4 tahun lalu.

“Alhamdulillah gak ada yang kena runtuhan, untungnya atap rumah gak langsung nutupi kita, mbak” ujarnya terisak.

Gemuruh angin, irama hujan ditambah suara pohon yang jatuh tepat di atap rumahnya “Sssssssh, tik tik, praaaaak”, antara sadar dan tidak, membuat Mariama seketika tersungkur. Penglihatannya gelap. Dibenaknya, bagaimana nasib Ismawati, Arman? Suaminya?.

Ketika mulai kembali sadar, ia teriak sekuat tenaga meminta tolong. Tak lama muncul para tetangga dan Kepala Rukun Tangga (RT) setempat.

“Ternyata anak-anak sudah dilarikan sama bapaknya,” tuturnya.

Kata istri Amiruddin ini, kini mereka menumpang di rumah mertuanya tak jauh dari lokasi kejadian. Tidak ada yang bisa ia selamatkan, kecuali pakaian.

“Semua barang hancur, cuma pakaian. Televisi, pemanas, kompor hancur semua,” ungkapnya sambil menyaksikan warga sekitar membantu membersihkan puing-puing pohon runtuh dan dinding rumahnya.

Adapun yang keluarganya butuhkan saat ini adalah tempat berteduh dan perlengkapan dapur. Lewat uluran tangan para dermawan ia menggantungkan harapannya.

Bagi yang ingin berdonasi bisa langsung mendatangi tempat tinggal Mariama atau salurkan melalui nomor rekening 0087608824 (Mariama) Bank BPD KALTIMTARA. (*)

 

 

Reporter : Mirah Hayati
Editor : Siti Nurkhasanah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini