30.2 C
Bontang
Sabtu, Juni 22, 2024
spot_img

Komisi III DPRD Bontang Desak Percepatan Penanganan Turap Ambruk

KAREBAKALTIM.com – Komisi III DPRD Bontang menyoroti kinerja penanganan turap atau dinding penahan tanah di sejumlah titik pemukiman warga dan bantaran sungai.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang Amir Tosina mengatakan, dampak dari lambannya penanganan infrastruktur ini akan berakibat fatal bagi masyarakat dan rencana pembangunan daerah.

“Jangan ditunggu longsor dulu baru bergerak. Saya sudah sempat sidak atau tinjau di beberapa titik yang terancam longsor. Ada pula yang berada di wilayah rumah masyarakat,” ungkap Amir Tosina, Senin (5/6/2023).

Ia mendesak pemerintah khususnya dinas terkait seperti Dinas PUPR untuk segera mengambil langkah pencegahan jika belum ada pengerjaan atau perbaikan turap baru.

Amir menyebutkan, salahsatu titik rawan yang berada di Kelurahan Kanaan atau di belakang Gereja Betlehem.

Sebelumnya, longsornya sisi sungai di belakang Gereja Betlehem menyebabkan lima bangunan terdampak. Di antaranya ialah gereja, rumah bunda, training center, supermarket, dan eks Halal Bank. Sehingga Amir mendorong agar penanganannya segera ditindaklanjuti.

“Kalau bisa ada penanganan awalnya dulu. Mungkin bisa memberikan karung-karung pasir, seperti yang dilakukan di Kanaan. Agar tanahnya tertahan sementara,” lanjutnya.

Sementara itu, Kabid Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Edi Suprapto mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti hal tersebut. Terdapat dua wilayah perbaikan yang akan ditarget pada APBD perubahan. Yakni penuntasan turap di Kanaan dan penanganan longsornya sungai di belakang Gereja Betlehem.

“Semuanya akan kami tindaklanjuti. Namun dua wilayah itu, Insyaallah akan kami kerjakan di APBD perubahan,” pungkasnya. (Adv)

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
21,800PelangganBerlangganan