25.3 C
Bontang
Senin, November 29, 2021
spot_img

Keluhkan Penyekatan Jalan, Masyarakat Harap Pemerintah Cari Solusi Lain

KAREBAKALTIM.com – Masyarakat mengeluhkan penyekatan ruas jalan yang dilakukan Tim Satuan Petugas (Satgas) Covid-19 Bontang, khususnya di dalam kota.

Di antaranya Jalan Ahmad Yani (Simpang Tiga Gunung Sari), Jalan Tembus Pupuk Raya, Jalan Ahmad Yani (Jembatan) serta Jalan R. Suprapto (Simpang Empat Bontang Baru).

Seperti dikeluhkan Sarla, salah satu warga Berebas Tengah, ia menilai peraturan tersebut meresahkan masyarakat dan pemerintah terkesan lambat menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kata dia, seharusnya pemerintah mencari solusi lain selain penyekatan. Sebab kebijakan tersebut berdampak ke banyak pihak, terutama pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berdagang di malam hari.

“Kalau untuk kebaikan bersama tidak masalah. Tetapi ini mengenai piring nasi sebagian orang,” ujarnya saat bincang-bincang bersama reporter Karebakaltim.com, Selasa (13/7/2021).

“Mereka yang bertugas ada aja gajinya, Mbak. Mereka yang betul-betul mengandalkan jualan, bagaimana?,” sambungnya.

Lanjutnya, begitu diberlakukan PPKM baru mau memberi bantuan. Semestinya dari awal sudah dipikirkan bantuan apa yang pas, korban juga sudah banyak.

Perempuan berusia 28 tahun itu juga mengatakan, sebaiknya yang dilakukan saat ini mencari jalan keluar agar tetap bisa kembali dan mempertahankan New Normal.

Menurutnya, pemerintah kurang tegas menerapkan peraturan. Terlebih, ia mengatakan saat ini sudah memasuki New Normal.

“Bukankah pemerintah sebelumnya sudah menyarankan untuk hidup berdampingan,” ucapnya.

“Kalau mau, sekalian lockdwon dalam beberapa hari atau beberapa minggu sama-sama tidak ada yang jalan. Tapi harus ada kompensasi buat warga,” katanya.

Sejauh ini, kata Sarla masyarakat sudah sadar corona ada. Tapi nafkah tetap harus berjalan untuk melanjutkan kehidupan, besok, lusa, dan seterusnya.

“Intinya kita sudah tahu ada corona, tinggal pemerintah bagaimana mengatasi. Datanya tidak usah di-publish cukup mereka yang tahu,” sebutnya.

Ia pun meminta, pihak-pihak terkait berhenti menakut-nakuti masyarakat melalui pemberitaan Covid-19. Karena Bontang sudah terkesan menakutkan dan terlalu mencekam.

“Malah ketakutan ini yang membuat imun kita menurun,” tuturnya.

Sementara, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Nursalam pun menilai penyekatan tersebut perlu dievaluasi. Sebab, kurang efektif.

“Itu hanya akan membuat kendaraan mencari jalan tikus, apa efektif?. Ini perlu dikaji ulang,” tegasnya. (*)

Reporter : Mirah Hayati

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,044FansSuka
3,036PengikutMengikuti
18,800PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles