Kebutuhan Minyak Goreng Per Maret di Bontang Kurang 64,03 Ton

Kebutuhan minyak goreng untuk Bulan Maret masih kurang di Kota Bontang. (KAREBAKALTIM/Tomy)

KAREBAKALTIM.com – Sejak awal Maret 2022 hingga pertengahan bulan ini, sebanyak 68.200 liter minyak goreng kemasan masuk ke Kota Bontang. Jumlah itu merujuk data Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kota Bontang.

Analis Perdagangan DKUKMP Bontang, Anita Istiqaroh, mengatakan 68.200 liter minyak goreng itu berasal dari dua distributor yang ada di Kota Bontang. Pertama dari Distributor PT Cahaya Setia Utama (CSU) di Jalan Brigjen Katamso yang mendapat 50.500 liter pada 6 Maret 2022 lalu.

Kedua, berasal dari Distributor Indomarco yang berada di Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Bontang Baru. Dengan jumlah pasokan distribusi 17.700 liter per Jumat, 11 Maret 2022.

“Hasil monitoring kita seluruh stok dari dua distributor itu sudah tersalurkan semua ke seluruh toko ataupun ritel yang ada di Bontang melalui sales masing-masing,” ujar Anita, Senin, 14 Maret 2022.

Meski jumlah pasokan minyak kebutuhan dapur itu terbilang banyak, pihaknya tidak bisa memastikan apakah jumlah tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Bontang.

Ia juga mengaku tidak mampu memastikan distribusi selanjutnya lantaran menunggu dari pihak distributor. Sementara DKUKMP Bontang hanya memantau alur distribusi sesuai regulasi.

“Kalau tanya kebutuhan tupoksinya di ketahanan pangan (DKP3 Bontang). Karena itu bukan tupoksi dinas kami. Karena ada hitungan teknisnya, bisa ditanyakan dinas teknisnya,” jelasnya.

Kabid Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Bontang Muhammad Ikhsan menjelaskan, kebutuhan minyak goreng di Kota Bontang berada di kisaran 120,95 ton per bulan.

“Jumlah kebutuhan diperoleh dari konsumsi harian per orang dikali jumlah penduduk dikali jumlah hari di bulan Maret 2022,” ujarnya.

Adapun stok yang tersedia yakni sebesar 56,92 ton. Data itu didapat dari hasil monitoring di sejumlah distributor dan toko di Bontang pada Maret 2022.

“Itu jumlah dari minyak yang ada di distributor dan sudah didistribusikan ke toko-toko dan pasar di Kota Bontang. Jadi itu data se-Bontang,” paparnya.

Berdasarkan data minyak goreng yang masuk dengan kebutuhan minyak goreng di Bontang untuk bulan Maret 2022, terlihat kebutuhan dalam kota masih minus sekira 64,03 ton.

“Benar minus (kurang), kalau untuk pemenuhan stok lebih ke wewenang DKUKMP. Sedangkan di DKP3 membantu lewat gelar pangan. Di kami hanya ada rencana gelar pangan tapi menjelang Idul Fitri saja bekerjasama dengan Provinsi Kaltim,” paparnya.

Sebelumnya, Pemkot Bontang bersama PT Energi Usaha Persada (EUP) melakukan program minyak goreng murah guna memenuhi kebutuhan minyak goreng. Program ini dimulai 26 Februari 2022 lalu di Kelurahan Bontang Lestari. Hingga, Selasa 15 Maret 2022 yang saat ini berlangsung di Kelurahan Berebas Pantai. (*)

Penulis: Tomy Gutama
Editor: Qadlie Fachruddin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini