SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kaltim memberikan sambutan baik serta memberikan dukungan gerakan pangan murah serentak nasional.
Program ini digagas oleh Badan Pangan Nasional untuk memperingati Hari Pangan Sedunia Tahun 2023.
Berdasarkan data, pelaksanaannya ada 421 titik di 38 provinsi serta 262 kabupaten/kota se Indonesia.
“Gerakan pangan murah serentak di Kaltim. Puncaknya, dilaksanakan di Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara,” tutur Sekda Provinsi Kaltim Sri Wahyuni yang didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Ujang Rachmad, di Ruang Heart of Borneo Kantor Gubernur Kaltim, beberapa waktu lalu.
Namun, semua kabupaten dan kota juga melaksanakannya, kecuali di Mahakam Ulu.
Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional pada Hari Pangan Sedunia tahun 2023, dibuka oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Soal ketersediaan (stok) serta pasokan di Kaltim dianggap masih aman, terutama stok beras.
Kaltim juga memperoleh bantuan pasokan beras dan komoditi lainnya, misalnya perikanan.
Kebutuhan sembako lainnya, Pemprov Kaltim menjalin koordinasi bersama Bulog.
“Alhamdulillah, hingga saat ini pangan Kaltim aman,” ungkapnya.
Berdasarkan arahan Mendagri Tito Karnavian, agar semua daerah mengintervensi pengendalian pangan.
Bahkan, Pemerintah Pusat memberikan arahan dapat memakai dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk pengendalian pangan.
Sekda mengaku dana itu sudah ada, namun Pemprov akan melakukan koordinasi serta perlu masukkan dari semua pihak untuk memakainya.
Sehingga, saat dana tersebut dipakai, maka harus dikomunikasikan bersama Tim Pengendali Inflasi supaya tepat sasaran, termasuk juga intervensi dalam bentuk apa yang akan dilaksanakan.
“Daerah boleh intervensi pengendalian pangan dengan menggunakan BTT,” ujarnya.
Tentunya, diperlukan kerjasama dengan Tim Pengendalian Inflasi. Sebab intervensi pengendalian pangan muaranya untuk mengendalikan supaya inflasi tak tinggi yakni dengan menjalin kerjasama dengan Bank Indonesia maupun BPS.
Berdasarkan informasi Biro Perekonomian Setdaprov Kaltim, posisi pertumbuhan ekonomi di Kaltim cenderung baik jika dibandingkan dengan daerah lain.
Keadaan tersebut dikarenakan adanya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pembukaan gerakan pangan murah itu dihadiri oleh Sekda Sri Wahyuni melalui daring, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Heni Purwaningsih, Kepala Biro Perekonomian Iwan Darmawan
(Eny/Advertorial/Kominfo Kaltim)



