KAREBAKALTIM.com, SANGATTA – Direktur Pengembangan SDM dan Ekraf Kemenparekraf RI Alexander Reyaan melaporkan menilik dari data hasil survei Kemenparekraf pada mudik dan libur Lebaran terjadi perputaran uang dari sektor pariwisata dan ekraf dimana dalam satu minggu mencapai transaksi sebesar Rp 335 triliun.
Berdasarkan rinciannya pada pengeluaran Lebaran per orang mengeluarkan uang Rp 2,7 juta padahal target Kemenparekraf hanya Rp 1,9 juta, jadi melebihi target.
“Dari Rp 335 triliun itu terbagi atas jasa transportasi dengan persentase 23,4 persen, penginapan 22 persen, makan dan minum 20 persen serta sub sektor ekraf seperti fashion 14 persen,” urainya.
Ia pun menambahkan dalam kegiatan hari ini, bagaimana Kemenparekraf
memberikan pencerahan kepada pelaku UKM dan membangkitkan usahanya dengan ekonomi digital pasalnya dewasa ini teknologi terus berkembang.
“Kini eranya berpindah dari konvensional ke digital, untuk itu perlu memanfaatkan platform digital. Data kami saja memiliki dari 60 persen sangat berperan penting dalam penjualan dari produk pariwisata dan ekraf terutama dalam penyajian dari konten kreatif sangat berpengaruh ditambah berdasarkan data yang dikumpulkan Kemenparekraf ada 43 persen pelaku UMKM melakukan digitalisasi terutama di era pandemi lalu,” tegasnya.
Alexander menambahkan ada tiga hal yang akan ditekankan dalam kegiatan hari ini yakni bagaimana peserta pelaku UKM di Kutim mendapatkan Upskilling (kompetensi), Reskling (penguatan kompetensi) dan News Skiling (penambahan kompetensi baru).
“Nah, untuk hari ini kita fokus pada Upskiling. Jadi ini bukti komitmen Kemanparekraf dalam meningkatkan peran pelaku ekraf dalam menunjang SDM ekraf. Kami harapkan hari ini pelaku ekraf di Kutim dapat mengoptimalkan konten digital,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dispar Kutim Nurullah menegaskan jika era digital ekraf sudah tidak asing lagi dijalankan dan dengan konsep kreatif digital tidak saja memudahkan namun dapat bermain kreativitas.
“Untuk itu diperlukan kecakapan dalam mengoperasionalkan konten digital yang menarik dan kreatif serta mendidik (edukasi) memberikan perdamaian, produktivitas dan meningkatkan produk UMKM sehingga memberikan nilai manfaat untuk masyarakat,” jelasnya.
Untuk itu, literasi digital merupakan kerja besar pemerintah.
“Kami pun dari Dispar Kutim perlu bersinergi dengan seluruh pemangku kebijakan dalam mengembangkan bagaimana masyarakat ataupun pelaku UMKM melek digital dan makin cakap memanfaatkan digital hasilnya dapat meningkatkan sumber daya manusia pariwisata dalam membangun Kutim sebagai tujuan wisata,” singkatnya (ADV)