Imbas Covid-19, Angka Kemiskinan di Bontang Hingga 8815 Jiwa

KAREBAKALTIM.com – Sudah satu tahun lebih virus Corona (Covid-19) mewabah di Indonesia, termasuk di Kota Bontang. Pandemi ini tidak hanya menimbulkan krisis di sektor kesehatan, akan tetapi krisis ekonomi yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.

Salah satu indikator kondisi krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 adalah meningkatnya jumlah warga kurang mampu secara materi.

Adapun di Kota Bontang jumlah warga miskin mengalami peningkatan sebanyak 115 jiwa dari tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM), Abdu Safa Muha menerangkan, penambahan angka kemiskinan tersebut tidak terlalu signifikan.

“Dari data yang kami sudah kumpulkan di Bontang, terdapat sekitar 8.815 masyarakat miskin. Sementara tahun lalu hanya 8.700 saja,” terangnya, Selasa (13/4/2021).

Kendati demikian, angka warga miskin paling tinggi didapati di daerah Lok Tuan, Bontang Utara. Disusul Kelurahan Berebas Tengah, dan Kelurahan Tanjung Laut.

“Wilayah Lok Tuan paling luas. Penduduknya cukup banyak,” katanya.

Safa menuturkan, pihaknya selalu turun ke lapangan guna melakukan pendataan untuk mengetahui data warga di bawah garis kemiskinan.

“Kami melakukan pendataan melalui Rukun Tetangga (RT), kemudian di update datanya untuk dilakukan musyawarah di kelurahan masing-masing nantinya,” ucapnya. (*)



Reporter : Mirah Hayati
Editor : Siti Nurkhasanah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini