Harga Kedelai Meroket, PPTT Bontang Bakal Mogok Berproduksi

KAREBAKALTIM.com – Harga kedelai impor kian bergejolak, meroketnya kenaikan tersebut tentunya berimbas ke para produsen tahu dan tempe.

Seperti yang dilakukan Persatuan Pengrajin Tahu dan Tempe (PPTT) Kota Bontang. Mereka mengumumkan akan berhenti berproduksi, terhitung 27-28 Mei 2021 mendatang.

Hal tersebut tercantum dalam Surat Keputusan (SK) nomor : 01.004/PPTKB/5/2021 yang diterbitkan, Sabtu 22 Mei 2021.

Penasihat PPTT Kota Bontang, Mudawam membenarkan adanya SK yang dikeluarkan pihaknya. Ia menyebutkan, langkah ini diambil sebagai keprihatinan terhadap harga kedelai.

“Kami seluruh pabrik produksi tahu dan tempe di seluruh Kota Bontang, berhenti berproduksi. Sebagai bentuk keprihatinan kami kepada harga kedelai yang terus melambung tinggi dan belum adanya solusi dari pemerintah untuk kami,” ujarnya merujuk isi SK, saat dihubungi reporter Karebakaltim.com, Sabtu (23/5/2021).

Selain itu, aksi mogok selama dua hari tersebut juga sebagai bentuk penyampaian ke masyarakat jika harga kacang kedelai selama pandemi Covid-19 terus meningkat. Untuk mensiasati dengan mengubah ukuran pun tidak efektif, tetap tidak akan menutupi.

“Biar masyarakat tahu, karena kalau tidak begitu susah dinaikkan. Kalau tidak dinaikkan bagaimana gaji karyawan?, katanya.

Mudawam yang sudah menekuni usaha sebagai pengrajin tahu tempe selama 30 tahun ini juga mengatakan, baru kali ini harga bahan baku makanan yang rendah kalori tersebut melambung tinggi.

“Biasanya satu karung itu beratnya 50 kilogram, kami beli Rp360 ribu, sekarang sudah mencapai Rp580 ribu,” bebernya. (*)



Reporter : Mirah Hayati
Editor : Risman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini