Dampak Covid-19, Sekolah Daring 100 Persen Kembali Diterapkan di Bontang

Siswa di Kota Bontang kembali menjalani PJJ atau sekolah daring pasca peningkatan angka positif covid-19. (Int)

KAREBAKALTIM.com Angka peningkatan kasus positif Covid-19 kembali melonjak. Pandemi yang disebutkan memasuki gelombang ketiga ini memaksa pemerintah mengambil kebijakan pada sejumlah sektor publik, tak terkecuali dunia pendidikan.

Melalui Surat Edaran (SE), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, menghentikan sementara Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) selama 14 hari ke depan. Kegiatan belajar-mengajar kembali dilakukan melalui virtual atau daring (dalam jaringan).

“Mulai Senin 14 hingga 26 Februari 2022, sekolah diwajibkan melaksanakan proses belajar mengajar melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) 100 persen,” tulis Kepala Disdikbud Kota Bontang, Bambang Cipto Mulyono dalam edarannya yang rilis Jumat, 11 Februari 2021.

Adapun syarat selama PJJ di antaranya, kehadiran guru dan tenaga pendidik dibatasi 50 persen, PJJ dapat diberikan dari sekolah, rumah, bahkan tempat lain selama fasilitasnya menunjang.

Selain itu, Bambang mengimbau, penyajian PJJ harus dikemas menaril serta bervariasi. Peserta didik yang tidak memiliki android tetap dibimbing dengan sistem modul tugas.

“Tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes), cuci tangan, pakai masker, jaga jarak,” tutupnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data infografis Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Senin, 14 Februari 2022 kasus aktif sebanyak 424 kasus. Dirawat 37 kasus dan isolasi mandiri 387 kasus. Sementara dalam dunia pendidikan sudah terkonfirmasi sebanyak 29 pelajar positif Covid-19. (*)

Reporter: Mirah Hayati

Editor: Qadlie Fachruddin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini