28.2 C
Bontang
Kamis, April 11, 2024
spot_img

Dampak Abrasi, Pulau Gusung Bontang Terancam “Hilang”

KAREBAKALTIM.com – Urukan pasir salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada di Kota Bontang, kini menjadi pemukiman padat penduduk.

Pemukiman tersebut tidak lain ialah Pulau Gusung. Pulau yang terletak di Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara ini merupakan satu-satunya pulau berpenghuni di lautan Kota Taman.

Berbeda dengan Tihi-tihi ataupun Selangan, Pulau Gusung tidak langsung berdiri di atas air laut. Untuk mencapai pulau tersebut, wisatawan membutuhkan waktu selama 15 menit menggunakan kapal ketingting dan semacamnya.

Namun, Gusung yang dulunya cantik itu bahkan digadang-gadang menjadi salah satu ikon wisata Kota Bontang tersebut sekarang terlihat sangat memprihatikan.

Pulau yang semula memiliki panjang 500 meter itu sisa 400 meter. Sementara lebar 100 meter dibagian ujung, kini tinggal 70 meter. Sedangkan daratan dekat pelabuhan dulunya berukuran 50 meter saat ini hanya tersisa 30 meter.

“Ini disebabkan oleh abrasi atau terkikis karena tenaga gelombang pasang surut air laut merusak bibir pantai,” keluh Ketua RT 03 Pulau Gusung, Jumadi saat bincang-bincang bersama reporter Karebakaltim.com di Pulau Gusung, Rabu (26/5/2021).

Ia menuturkan, daratan yang berada di tengah laut dan dihuni sebanyak 98 Kartu Keluarga (KK) atau 300 warga ini terancam kehilangan pulaunya, hanya menyisakan lautan semata.

“Kalau tidak ditangani Pulau Gusung bisa rata. Tidak sampai setahun lagi, pulaunya hilang,” ujarnya.

Sehingga Ketua RT terpilih 2020 lalu tersebut pun meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang segera mengambil sikap untuk menangani abrasi yang terus menerus terjadi dari tahun ke tahun.

“Kami berharap Pemkot membuatkan pemecah gelombang untuk memperkecil resiko dan mempertahankan Gusung ini,” pungkasnya. (*)



Reporter : Mirah Hayati
Editor : Risman

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
21,600PelangganBerlangganan