PENAJAM PASER UTARA – Saat ini Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berproses. Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik berharap agar Kaltim tak ketinggalan dari kemajuan IKN.
“Kita ingin daerah mitra IKN bertumbuh dengan baik bersama-sama IKN. Untuk itu maka perlu blue print yang jelas,” ujar Akmal Malik setelah membuka Sosialisasi Data Desa Presisi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang digelar di Kantor Bupati PPU, Penajam, beberapa hari lalu.
Blue print memerlukan data yang jelas supaya pemerintah dapat memberikan alokasi uang maupun sumber daya secara tepat untuk mewujudkan konektivitas serta akses pelayanan publik.
“Kita perlu identifikasi dengan tepat berapa kebutuhan daerah penyangga IKN secara presisi, secara tepat,” tutur Akmal.
“Sangat penting membangun kawasan penyangga IKN dengan tepat, efektif dan efisien menggunakan data akurat,” ujarnya.
“Kalau perlu 10 ya kita bangun 10, sehingga tidak terjadi inefisensi,” imbuhnya.
Oleh sebab itu, dirinya meminta 54 desa PPU yang berada di sekitar penyangga IKN sebagai percontohan.
Berikutnya akan dilaksanakan di Kukar, Balikpapan maupun Kutai Barat.
Terpenting yang dibutuhkan yakni data awal yang akurat serta perencanaan pembangunan tak hanya copy paste dari perencanaan sebelumnya.
“Saya tidak katakan kebijakan yang lalu salah, sudah benar, tapi memang akan selalu ada pergerakan manusia dan perubahan,” ujarnya.
Sehingga alokasi dana tersebut dapat lebih tepat.
Lalu apa alasannya PPU yang dipilih untuk jadi proyek percontohan ini, Akmal menuturkan alasannya karena PPU memiliki lebih banyak desa yang beririsan langsung dengan IKN.
“Intinya, kita ingin daerah mitra dan penyangga bisa tumbuh bersama dengan IKN,” pungkas Akmal.
Pj Bupati PPU Makmur Marbun turut mendampingi Akmal Malik dalam agenda tersebut.
(Eny/Advertorial/Diskominfo Kaltim)



