Butuh Rp600 Juta, Bidang Peternakan Siap Maksimalkan Pelayanan RPH

KAREBAKALTIM.com – Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang, Eddy Forestwanto menjelaskan, Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kelurahan Gunung Telihan, Bontang Barat, belum bisa beroperasi secara maksimal.

Pasalnya, anggaran yang diperuntukan bagi RPH tersebut tidak cukup memadai untuk melakukan perawatan. Sehingga, setiap kali ada aktivitas pemotongan akan selalu menimbulkan aroma tidak sedap.

“Kalau ideal tidak ada masalah. Tidak akan berdampak, cuman karena selama ini kita terkendala anggaran. Jadi kami tidak maksimal,” bebernya pada reporter Karebakaltim.com, Senin (17/5/2021).

Kata dia, saat ini pihaknya sedang melakukan proses perbaikan sarana dan prasarana RPH sebagai upaya meningkatkan pelayanan. Sebab rumah pemotongan bukan badan usaha untuk mencari profit oriented (mencetak laba/keuntungan), akan tetapi merupakan Unit Pelayanan Terpadu (UPT).

Dengan alasan tersebut pula, Bidang Peternakan sangat bergantung pada bantuan anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, dan lembaga legislatif.

“Kita butuh dana perbaikan sekira Rp600 juta supaya bisa maksimal, agar tidak berdampak ke warga lagi,” ucapnya.

Lanjut ia merincikan, biaya perbaikan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) beserta perencanaannya sebesar Rp200 juta. Sedangkan pembuatan rumah untuk menutup ipal dan pemasangan blower pun butuh Rp200 juta.

“Jadi bau sudah tidak keluar kemana-mana,” ujarnya.

Sementara, untuk memperbaiki sistem pengairan di RPH pihaknya juga memerlukan Rp200 juta.

“Ini bukan salah RPH-nya, tapi memang pengelolaan limbahnya yang bermasalah. Sedang kami upayakan untuk sekarang ini supaya tidak bau, karena memang ada beberapa titik krusial,” tuturnya. (*)



Reporter : Mirah Hayati
Editor : Risman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini