Buka Bimtek Usaha Pangan, Wawali Najirah Apresiasi Capaian DKP3 Bontang

KAREBAKALTIM.com – Wakil Wali Kota Bontang Najirah menegaskan ketahanan pangan di daerah dapat terwujud dengan komitmen dan sinergitas antara pemerintah pusat, pemprov hingga pemerintah kabupaten/kota. Serta partisipasi aktif masyarakat agraris maupun maritim, khususnya di Kota Bontang.

“Penyelenggaraan pangan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia yang memberikan manfaat secara adil, merata, dan berkelanjutan berdasarkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan,” ujar Najirah saat membuka Bimtek Penganekaragaman Konsumsi Pangan bagi Masyarakat di Hotel Bintang Sintuk, Selasa (9/8/2022).

Pasca pandemi covid-19, krisis pangan menjadi ancaman sejumlah daerah bahkan negara. Salahsatu upaya mencegah krisis ini, kata dia, dengan meningkatkan produksi pangan secara besar-besaran, dan harus disesuaikan dengan karakter daerah masing-masing.

“Pastikan offtaker yang akan menampung hasil produksi tersebut. Harus ada perencanaan (grand plan) yang baik hingga tahap pendistribusian komoditas pangan, sehingga stok tidak menumpuk dan kualitasnya tidak menurun,” tuturnya.

Melalui bimtek yang digelar DKP3 Bontang ini, Najirah mendorong masyarakat dan pelaku usaha pangan dapat memahami perannya dalam rantai ketahanan pangan tersebut. Sehingga diharapkan dengan kerjasama semua pihak, maka ketahanan pangan di Kota Bontang akan menjadi lebih baik.

“Menjaga ketahanan pangan harus melibatkan seluruh lini mulai dari pemerintah, instansi non pemerintah, industri, pelaku usaha, serta seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” ujarnya.

Najirah menyebut, berkat kesadaran masyarakat dan stekholder dalam membantu meningkatkan ketahanan pangan Kota Bontang, pemerintah meraih penghargaan dari Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, sebagai terbaik ke-2  kategori ketahanan pangan se Kaltim.

Selain itu, Bontang kembali mendapatkan penghargaan sebagai anggota baru milan urban food policy pact (MUFPP) yaitu organisasi internasional yang focus bergerak dalam sistem pangan perkotaan yang berkelanjutan. Pada tahun 2022 ini, Kota Bontang resmi bergabung dalam MUFPP bersama 215 kota lain di seluruh dunia.

“Semoga kerjasama antara pemerintah serta semua pihak disini dapat terus bersinergi dengan baik, saling mendukung, demi terwujudnya ketahanan pangan Kota Bontang agar menjadi lebih hebat dan beradab,” tuturnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini