29.1 C
Bontang
Minggu, Februari 5, 2023
spot_img

Bapenda Dorong Dana Aspirasi DPRD Untuk Tingkatkan PAD

KAREBAKALTIM.com – Secara persentase Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bontang hanya menyumbang 16 persen dari keseluruhan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang. Sementara 84 persen sisanya merupakan Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemerintah Pusat.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang Sigit Alfian mengatakan, guna memaksimalkan PAD butuh sokongan dari berbagai pihak. Salah satunya yakni dengan mendorong dana aspirasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang untuk dikonsentrasikan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berhubungan dengan pendapatan.

Lanjutnya, Sigit menyebutkan akan sangat mengapresiasi jika hal tersebut dapat terealisasi. Ia optimis PAD akan meningkat secara signifikan.

“Karena di beberapa OPD yang mengelola pendapatan juga butuh support pendanaan. Seperti penarikan disektor parkir misalnya, kan belum maksimal,” ujarnya.

Untuk memaksimal hal tersebut, pihaknya berencana menggunakan plang parkir otomatis. Namun karena tidak ada anggaran, wacana tersebut tertunda.

“Nah kalau ada bantuan dana aspirasi anggota DPRD kita optimis PAD dapat di optimalkan,” ujarnya.

Kota Bontang dapat dikatakan masih bergantung dana bagi hasil dari pusat. Dimana secara jumlah, dana tersebut dapat sewaktu-waktu turun, sehingga akan berpengaruh terhadap pembangunan Kota Bontang.

Seperti yang terjadi pada tahun 2016 APBD Bontang menyusut drastis dari Rp1,9 triliun menjadi Rp900 miliar. Hal tersebut dikatakan imbas dari turunnya harga minyak yang memaksa DBH ke pemerintah daerah ikut merosot. Beruntung kala itu ditengah himpitan tersebut, pembangunan masih dapat dirasakan oleh masyarakat Kota Bontang.

“Karena memang ada beberapa regulasi yang harus diperbaiki. Jika mau optimal maka seluruh pihak harus lebih meningkatkan sinergitas,” ucapnya.

Berkaca di daerah lain, PAD mencapai 50 persen karena memaksimalkan kinerja
Dinas Pariwisata.

“Contohnya Bali dan beberapa daerah lain di Indonesia. APBD  mereka  banyak  karena memaksimalkan OPD yang mendatangkan pendapatan,” pungkasnya. (ADV)

 

 

Reporter : Tomy
Editor : Siti Nurkhasanah

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,698PengikutMengikuti
20,500PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles