26.1 C
Bontang
Jumat, Juli 26, 2024
spot_img

Angka Stunting di Kota Bontang Turun Signifikan

KAREBAKALTIM.com – Angka stunting di Kota Bontang terus mengalami penurunan signifikan. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang tahun 2017 angka stunting mencapai 34 persen dan terus turun pada tahun 2021 di angka 19 persen.

Kepala Dinkes Bontang Bahauddin mengatakan tingginya kasus stunting pada anak disebabkan oleh 2 faktor, yakni pola asuh dan pola makan yang tidak baik.

“Karena asupan gizinya kurang sehingga mempengaruhi tumbuh kembang anak,” ujarnya, Senin (24/8/2021).

Bahauddin menjelaskan resiko anak terkena stunting dapat dimulai sejak anak masih di dalam kandungan. Ibu hamil yang tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup beresiko besar mengakibatkan anak terkena stunting.

“Stunting bisa dimulai sejak dalam kansungan. Makanya 1000 hari pertama kelahiran anak sebisa mungkin gizinya tercukupi,” ungkapnya.

Meski tidak mematikan, namun stunting dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan otak anak. Dampak?jangka pendek terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pada pertumbuhan fisiknya, serta gangguan metabolisme.?

Adapun jangka panjangnya,?stunting?yang tidak ditangani dengan baik sedini mungkin dapat menurunkan kemampuan perkembangan kognitif otak anak.

Lebih jauh, ia mengatakan pihaknya terus berupaya bagaimana dapat menurunkan angka stunting di Kota Bontang. Dengan target pada tahun 2024 angka stunting hanya sebesar 14 persen.

“Kita upayakan secepatnya, sesuai target dari pemerintah pusat di tahun 2024 minimal angka stunting di angka 14 persen,” pungkasnya. (*)

Reporter : Tomy Gutama

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
21,900PelangganBerlangganan