Kutai Kartanegara, KAREBAKALTIM.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara (Disdikbud Kukar) ambil bagian dalam upaya pencegahan stunting dengan memberikan pelatihan bagi para Guru TK (Taman Kanak-kanak).
Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan(GTK) Disdikbud
Kukar, Joko Sampurno, menjelaskan, pelatihan yang berlangsung di Hotel Horison Samarinda selama empat hari itu diikuti sebanyak 60 peserta dari guru TK.
Sedangkan, tutor pelatihan tersebut diambil dari Politeknik Kesehatan Samarinda sebanyak enam orang.
“Kita punya peran pencegahan stunting dari sisi pendidikannya,” kata Joko, Senin (23/11/2023).
Joko menilai, dari segi pendidik, pelatihan tersebut mampu berkontribusi terhadap penanggulangan stunting di lingkup peserta didik PAUD dan TK.
“Caranya dengan melakukan sosialisasi pengasuhan stimulasi yang baik pada peserta didik,” ujar Joko.
Bukan hanya melakukan stimulasi, guru diharapkan bisa mendeteksi dan mengintervensi dini jika peserta didiknya ada yang diduga mengalami stunting.
Menurut Joko, program penanganan stunting sudah ada alurnya melalui stimulasi deteksi intervensi tumbuh kembang anak (SDITKA).
Guru bisa menjalankan program tersebut secara aktif berkelanjutan dengan membuat kegiatan pembelajaran dengan sasaran terkait gizi.
“Kami juga harap guru mampu membuat program pembelajaran yang berkaitan tentang nilai gizi, karena masih ada orang tua yang belum paham dengan nilai gizi,” terangnya. (ADV/DISDIKBUDKUKAR)



