KAREBAKALTIM.com – Belum meratanya pembagian paket perlengkapan sekolah gratis mendapat reaksi dari legislator. Anggota DPRD Alfin Rausan Fikry menilai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) seharusnya segera melakukan penyaluran kepada siswa. Pasalnya tahun ajaran baru sudah berlangsung lama.
“Tetapi kejadian ini kembali terulang. Pembagiannya molor lama,” terangnya.
Seharusnya kejadian yang sudah terjadi di tahun sebelumnya menjadi bahan evaluasi. Sehingga bisa mendapatkan solusi agar pembagian dilakukan secara cepat dan merata.
Pasalnya untuk kali ini terdapat keanehan. Ada sekolah yang belum mendapatkan satu komponen. Tetapi di sekolah lain justru dibagikan pertama.
“Ada yang belum mendapatkan tas. Padahal di sekolah lain itu dibagikan paling awal. Ini kok sepert ini,” sebutnya.
Seharusnya untuk tas sekolah dan buku tulis pengadaannya bisa lebih awal. Mengingat barang tersebut tidak terkait dengan ukuran penerima. Berbeda dengan seragam maupun sepatu. Sekolah harus melakukan pengukuran kepada siswa penerima.
“Ini proses tendernya hampir bersamaan. Perlu dievaluasi yang seperti itu,” ungkap Politisi Partai Golkar ini.
Kehadiran paket perlengkapan sekolah gratis ini sesungguhnya sangat membantu orang tua. Tetapi jika penyalurannya terlambat maka tujuan dari program ini tidak tercapai. Sebab beberapa orang tua pasti sudah membelikan kebutuhan tersebut.
Selain empat bentuk perlengkapan gratis yakni seragam nasional, tas, sepatu, buku tulis. Seluruh pelajar di Bontang juga bakal mendapatkan seragam batik.
Penulis : Aji




