JAKARTA – Pemindahan ibu kota negara dilandasi semangat yang baik untuk membangun Indonesia lebih merata. Pemindahan ibu kota sekaligus mengubah konsep pembangunan yang cenderung Jawa sentris menjadi Indonesia sentris.
Hal itu disampaikan Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik dalam kapasitas Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri pada focus group discussion (FGD) di Ruang Sidang Banggar DPR RI Senayan Jakarta, Kamis (23/11/2023).
“Pemerintah sudah bersurat ke DPR RI. Sekarang kita menunggu DPR bersurat kepada Presiden, juga kami kemendagri menunggu,” tuturnya.
Pemerintah memiliki harapan pembahasan dapat berlangsung lancar tanpa ada kendala yang berarti supaya Jakarta bisa terus berkembang dan IKN juga dapat bertumbuh berdasarkan tujuan bangsa kedepannya.
Dimana, pemerintah akan terus mendorong Jakarta agar tetap jadi pusat perekonomian serta kota global dan juga melakukan kebijakan otonomi satu tingkat.
“Ada keistimewaan dan kekhususan kita berikan, seperti bidang kelembagaan, kebudayaan, serta norma lainnya yang masih kita bahas bersama DPR RI,” pungkasnya menjawab sejumlah pertanyaan pada diskusi FGD Fraksi Partai Nasional Demokrasi.
“Pemerintah sudah bersurat ke DPR RI. Sekarang kita menunggu DPR bersurat kepada Presiden, juga kami kemendagri menunggu,” tuturnya.
Pemerintah memiliki harapan pembahasan dapat berlangsung lancar tanpa ada kendala yang berarti supaya Jakarta bisa terus berkembang dan IKN juga dapat bertumbuh berdasarkan tujuan bangsa kedepannya.
Dimana, pemerintah akan terus mendorong Jakarta agar tetap jadi pusat perekonomian serta kota global dan juga melakukan kebijakan otonomi satu tingkat.
“Ada keistimewaan dan kekhususan kita berikan, seperti bidang kelembagaan, kebudayaan, serta norma lainnya yang masih kita bahas bersama DPR RI,” pungkasnya menjawab sejumlah pertanyaan pada diskusi FGD Fraksi Partai Nasional Demokrasi.
(Eny/Advertorial/Diskominfo Kaltim)



