Agar Masyarakat & Nakes Percaya, Ketua IDI Bontang Siap Divaksin Duluan

KAREBAKALTIM.com – Kurangnya sosialisasi Pemerintah kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) terkait vaksin Sinovac Covid-19 membuat beberapa tenaga medis enggan bersedia diberikan vaksin tersebut.

Hal itu diungkapkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bontang dr. Suhardi saat dikonfirmasi awak media ini, Kamis (7/1/2021).

Kata dia, rencananya vaksin ini akan disuntikkan keratusan Nakes yang ada di Kota Bontang. Namun, hingga kini belum informasi perihal vaksin tersebut.

“Takut kandungan dan efek samping ketika disuntikkan vaksin sinovac ini, apalagi pemerintah kurang sosialisasi sehingga nakes belum mendapatkan informasi tentang vaksin ini,” terangnya.

Akan tetapi dari petunjuk yang diterbitkan hanya mengalami meriang biasa sekitar 30 menit setelah disuntik.

“Itu efek samping yang bisa saja terjadi,” jelasnya.

Untuk rekomendasi penggunaan vaksin sinovac, sampai saat ini belum dikeluarkan oleh PB IDI pusat.

Lebih lanjut, ia mengatakn penggunaan vaksin tersebut akan disuntikan sebanyak dua kali, selang waktu 14 hari. Rencananya pemberian vaksinisasi akan dilakukan, Senin (11/01/2021) mendatang.

“Banyak nakes yang minta saya duluan divaksin. Nanti dikirimkan videonya ke mereka. Biar semuanya percaya kalau saya juga divaksin,” pungkasnya. (*)

 

 

Reporter : Mirah Hayati
Editor : Siti Nurkhasanah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini