KAREBAKALTIM.com, Bontang – Respons cepat kembali ditunjukkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang. Sabtu (25/10/2025) siang, petugas dari Regu Charlie diterjunkan untuk mengevakuasi pohon kering yang berpotensi tumbang di Jalan Moeh Roem, RT 03, Kelurahan Bontang Lestari.
Laporan pertama datang dari seorang warga bernama Arif, sekitar pukul 11.30 Wita. Ia melaporkan adanya pohon berukuran besar yang sudah tampak rapuh dan condong ke arah jalan serta pemukiman warga. Kondisi tersebut dinilai berbahaya, terlebih beberapa hari terakhir cuaca di Bontang kerap dilanda hujan deras dan angin kencang.
Menindaklanjuti laporan itu, tim Rescue dari Regu Charlie Mako berkoordinasi dengan Regu Charlie Pos Bontang Lestari untuk segera menuju lokasi. Mereka membawa peralatan lengkap seperti chainsaw, tali pengaman, helm keselamatan, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan asesmen cepat untuk menentukan arah jatuhnya pohon agar tidak menimbulkan kerusakan pada rumah warga di sekitar. Proses penebangan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, dengan sistem pengamanan di dua sisi jalan. Dalam waktu sekitar 30 menit, tepat pukul 12.00 Wita, pohon berhasil ditebang dengan aman dan tertib tanpa insiden.
Kepala Disdamkartan Kota Bontang Amiluddin menyampaikan bahwa tindakan cepat ini merupakan wujud komitmen instansinya dalam menjaga keselamatan warga.
“Begitu menerima laporan adanya pohon yang dianggap membahayakan, tim langsung kami turunkan lengkap dengan peralatan keselamatan. Alhamdulillah prosesnya berjalan lancar tanpa kendala,” ujar Amiluddin.
Ia menegaskan, langkah preventif seperti ini sangat penting, terutama menghadapi perubahan cuaca ekstrem. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti secepat mungkin demi keselamatan bersama,” tambahnya.
Keberhasilan penanganan ini mendapat apresiasi dari warga setempat yang merasa lega setelah pohon kering tersebut berhasil dieksekusi tanpa menimbulkan kerusakan. Kolaborasi antarregu di jajaran Disdamkartan Bontang kembali menjadi bukti nyata bahwa kehadiran petugas tidak hanya dalam situasi kebakaran, tetapi juga dalam upaya pencegahan potensi bahaya lingkungan.(ADV)




