KAREBAKALTIM.com, Bontang – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang kembali menunjukkan sisi humanisnya. Bukan memadamkan api, kali ini petugas Regu Delta Mako Damkar Bontang justru membantu seorang warga yang jarinya terjepit cincin, Selasa (28/10/2025) siang.
Peristiwa unik ini bermula saat seorang warga bernama Ibu Mawar datang langsung ke Mako Damkar Bontang untuk meminta pertolongan. Ia mengaku telah berulang kali mencoba melepas cincin di jari tengahnya, namun gagal. Bahkan, jari tersebut mulai membengkak dan terasa nyeri.
Melihat kondisi itu, Danru Regu Delta, Herman, bersama tim rescue yakni Abdullah, Fhaiz, Misbah, dan Sultan Sadik segera melakukan tindakan cepat. Dengan peralatan khusus berupa gerinda mini, petugas berupaya memotong cincin secara hati-hati agar tidak melukai jari korban.
Selama proses yang berlangsung sekitar 15 menit, petugas terus meneteskan air dingin di sekitar area jari untuk mengurangi panas akibat gesekan logam cincin. Ketelitian dan koordinasi yang baik akhirnya membuahkan hasil yakni cincin berhasil dilepaskan dengan aman pada pukul 13.30 Wita tanpa menimbulkan luka.
“Kami bersyukur proses evakuasi cincin berjalan lancar dan aman. Ini bagian dari tanggung jawab kami untuk membantu masyarakat dalam segala bentuk keadaan darurat, bukan hanya kebakaran,” ujar Herman, Danru Regu Delta Mako Damkar Bontang.
Ia menambahkan, Disdamkartan Bontang selalu siap siaga 24 jam untuk menangani berbagai situasi darurat. Mulai dari evakuasi cincin macet, penanganan hewan liar, hingga penyelamatan korban kecelakaan. Semua layanan tersebut, tegasnya, diberikan tanpa biaya alias gratis.
Selain itu, Herman juga mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri melepas cincin yang sudah terlalu ketat, karena dapat memperparah pembengkakan dan menyebabkan cedera. “Lebih baik segera datang ke pos pemadam atau hubungi kami. Petugas akan membantu dengan cara yang aman,” ujarnya.
Aksi cepat dan sigap petugas Damkar Bontang ini kembali menjadi bukti nyata komitmen mereka dalam memberikan pelayanan tanggap, profesional, dan penuh empati kepada masyarakat. Baik dalam kebakaran maupun situasi darurat non-kebakaran lainnya.(ADV)



