KAREBAKALTIM.com – Anggota Komisi II DPRD Nursalam kembali angkat suara terkait dengan rekayasa arus lalu lintas di simpang empat RSUD Taman Husada. Menurutnya sudah empat kali pertemuan dengan eksekutif belum ada solusi.
Pasalnya kondisi saat ini dikeluhkan oleh pasien maupun penjenguk. Sebab dari arah kota menuju RSUD tidak bisa langsung melalui gerbang rumah sakit. Tetapi harus memutar terlebih dahulu di dekat Tugu Selamat Datang.
“Ini terlalu jauh. Harusnya tetap saja lewat bawah,” terangnya saat rapat paripurna dalam rangka pengambilan keputusan terhadap rancangan peraturan daerah kota Bontang tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah 2024, Rabu (7/8/2024).
Padahal dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 pasal 8 dijelaskan bahwa rekayasa lalu lintas menjadi ranah pemerintah daerah. Politisi Partai Golkar ini menilai kejadian kecelakaan lalu lintas beberapa tahun silam tidak bisa menjadi menghukum rekayasa di jalur tersebut salah.
“Karena saat ini justru sama berbahayanya. Ketika dari arah perbatasan menuju kota langsung terus maka jika ada kendaraan dari rumah sakit yang keluar tanpa melihat bisa jadi kecelakaan juga,” sebutnya.
Kalau pun harus menunggu upaya Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) untuk melakukan pemangkasan membutuhkan waktu cukup lama. Ia pun meminta kepada wali kota untuk segera membuka akses itu. Dengan catatan ada pemasangan lampu hati-hati ketika di titik tanjakan tertinggi.
“Buka saja aksesnya di bawah. Tapi pasang lampu peringatan di bagian atas,” pungkasnya.
Penulis : Aji




