Kutai Kartanegara, KAREBAKALTIM.COM – Jumlah kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara kini bertambah dua, dari awalnya 18 sekarang menjadi 20 kecamatan.
Dua kecamatan baru itu merupakan pemekaran dari Kecamatan Samboja dan Kota Bangun, yaitu Samboja Barat dan Kota Bangun Darat.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara (Disdikbud Kukar), Akhmad Nurkhalis, mengatakan, meski secara resmi sudah terbentuk Kecamatan Samboja Barat dan Kota Bangun Darat, namun penamaan sekolah belum berubah, masih mengikut penamaan Kecamatan Induknya.
Dia mencontohkan, SD yang berada di Samboja Barat, penamaannya masih Samboja. Begitu juga dengan SD yang ada di Kota Bangun Darat, penamaannya masih tercatat Kota Bangun.
Nurkhalis menambahkan, perlu dilakukan pendataan sekolah-sekolah untuk penamaan tersendiri di beda kecamatan.
Dia menyebut, Disdikbud Kukar merencanakan akan segera melakukan pendataan di kecamatan baru tersebut.
“Kemungkinan pertengahan Desember 2023 ini kita mulai pendataannya, jika tidak bisa di bulan depan, maka akan ditargetkan awal tahun mulai pendataannya,” kata Nurkhalis, Rabu (8/11/2023).
Nurkhalis mengatakan, untuk mendata sekolah yang ada di kecamatan baru tersebut, pihaknya akan melibatkan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Disdikbud Kukar serta bidang SMP.
Setelah dilakukan pendataan, kata Nurkhalis, maka akan dilakukan pemetaan lebih lanjut.
“Pemetaan dan penomoran sekolah akan sama di masing-masing kecamatan. Seperti SDN 01 Samboja, begitu juga dengan SDN 01 Samboja Barat. Begitu juga dengan Kota Bangun Darat dengan Kota Bangun,” terangnya.
Meski begitu, Nurkhalis menyatakan pihaknya akan melihat lebih dulu perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, apakah Samboja murni seluruhnya masuk IKN.
Pasalnya, jika Samboja masuk IKN, maka pendataan sekolah akan ditunda terlebih dulu.
Pihaknya akan mendahulukan pendataan sekolah yang ada di Kota Bangun dan Kota Bangun Darat. (ADV/DISDIKBUDKUKAR)



