Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik mengadakan kunjungan kerja bersama dengan Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo dan Pj Bupati Penajam Paser Utara Makmur Marbun.
Mereka mengadakan kunjungan ke Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), beberapa waktu lalu.
Pj Gubernur Akmal Malik menuturkan kunjungan kerjanya ini yakni dalam rangka melihat keadaan masyarakat yang ada di lapangan, terutama di kawasan Desa Gunung Mulia.
Gunung Mulia merupakan salah satu sentra pertanian di PPU bahkan Kaltim.
“Kita sudah bertemu dan berdiskusi dengan camat, kepala desa, masyarakat dan kelompok tani disini,” ujar Akmal.
Akmal mengaku pihaknya sudah melakukan identifikasi persoalan yang ada di salah satu lumbung pangan Kaltim ini.
Berdasarkan hasil identifikasi, persoalan pertama yakni persoalan air.
“Dulu kita sudah punya saluran primer disini, cuma salurannya tidak dialiri air karena terjadi pendangkalan di hulunya,” ungkapnya.
Melalui Dinas PUPR serta Pera Kaltim nantinya hal ini akan ditindaklanjuti agar memperoleh solusinya.
“Tidak usah banyak janji-janji, bagaimana pun caranya kita usahakan air itu mengalir,” ujar Akmal Malik saat di Wisata Sawah Desa Gunung Mulia.
Usai melakukan diskusi, Akmal Malik menuturkan persoalan lainnya ada pasca panen, keterbatasan infrastruktur (jalan usaha tani), mahalnya harga pupuk, serta harga dan ketersediaan bahan bakar minyak.
“Kita sudah berdiskusi dengan kelompok tani. Persoalan ini harus diselesaikan bersama, baik pemerintah kabupaten maupun provinsi,” tuturnya.
Bahkan Kodam VI Mulawarman dibawah komando Pangdam memberi surprise akan menggelar program Latsitarda di kawasan Babulu ini pada bulan Desember mendatang.
Tujuannya yakni untuk membantu masyarakat agar bisa meningkatkan pertanian mereka serta mempersiapkan PPU terutama Babulu sebagai salah satu sentra pangan di Kaltim.
“Kita tidak bisa berharap satu kali pukul bisa selesai semua, tapi kita mencoba pelan-pelan dulu,” ujarnya.
Dirinya berharap minimal Kadis PU bisa mengatasi permasalahan pertama dengan mengaliri seluruh saluran-saluran itu dengan air.
Sebab, jika air sudah mengalir para petani bisa segera bertani.
“Dan kita berharap Tuhan baik kepada kita, segera menurunkan hujan. Hujan turun, saluran air berjalan, insyaallah petani kita sejahtera dan lumbung pangan kita akan tersedia dengan baik,” paparnya.
Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri ini menekankan pangan merupakan salah satu kebutuhan utama Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kaltim merupakan mitra strategis IKN harus bisa memenuhi kebutuhan pangannya bahkan juga harus dapat memberikan suplai kebutuhan pangan di IKN.
“Jadi kita jangan selalu bergantung dari daerah luar Kalimantan. Seluruh masyarakat Kaltim menjadi bagian dari IKN. Tentunya sesuai dengan porsinya masing-masing. Termasuk para petani di sini, bagaimana bisa meningkatkan pertanian mereka,” paparnya.
Kunjungan ini juga dihadiri oleh Dandim 0913 Penajam Paser Utara Letkol Inf Arfan Affandi, Kepala Dinas PUPR Pera Aji Muhammad Fitra Finanda, Kepala BPBD Agus Tianur, Perwakilan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura.
(Eny/Advertorial/Diskominfo Kaltim)



