SAMARINDA – Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik ingatkan pentingnya dukungan data yang presisi untuk menjalin kemitraan usaha.
Termasuk juga kemitraan para pelaku usaha besar (perusahaan-perusahaan yang ada di Kaltim) bersama dengan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
“Kemitraan membutuhkan data presisi. Kemitraan akan bagus jika kedua pihak memiliki data yang tepat,” tutur Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pelaku usaha besar maupun pelaku UMKM harus mempunyai data yang tepat.
Kemitraan antara pelaku usaha besar maupun UMKM dannjuga koperasi harus mempunyai benchmarking yang sama. Karena jika tidak, maka hanya akan mereka berpotensi menimbulkan pertengkaran dari waktu ke waktu.
Kemungkinan ada ribut tentang keluhan UMKM sebab kucuran dana yang tak tepat.
Misalnya, pelaku UMKM A memperoleh bantuan, sedangkan pelaku UMKM B tak mendapatkannya.
Kemudian, pelaku UMKM C memperoleh bantuan permodalan yang besar, sedangkan pelaku UMKM D hanya memperoleh bantuan dengan nominal yang kecil.
“Kenapa itu bisa terjadi? Karena datanya tidak presisi,” ujar Akmal.
“Ini yang ke depan harus kita siapkan, agar intervensi kita tepat dan akurat,” imbuhnya.
Menurutnya sesungguhnya kemitraan itu tak mudah, jika tak didukung dengan adanya data yang presisi.
Pejabat yang gemar berolahraga paddling tersebut juga memberi contoh sukses pemakaian data yang presisi ketika setahun lalu dirinya menjadi Pj Gubernur Sulawesi Barat.
Data sangat teknis hingga dapat dideteksi bahkan sampai ke ruang-ruang paling rendah di tingkat rukun tetangga (RT).
Data yang diperoleh diantaranya data penduduk, pengangguran, UMKM, jenis kelamin, status, rumah tak layak huni, urusan nomor telepon, hingga jenis handphone yang dipakai. Seluruhnya tercatat secara digital dalam geospasial.
(Eny/Advertorial/Diskominfo Kaltim)



