27.9 C
Bontang
Jumat, April 12, 2024
spot_img

Sidak Pembangunan Turap di Imam Bonjol, Amir Tosina Sebut Tak Sesuai Spek

KAREBAKALTIM.com- Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang menyoroti pengerjaan infrastruktur turap di Jalan Iman Bonjol, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara.

Dari pantauan Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang Amir Tosina di lokasi, nampak pemasangan batu penahan tanah tersebut hanya disusun tanpa menggunakan campuran semen atau cor. Sementara campuran semen tersebut merupakan bahan untuk melekatkan batu demi batu agar membentuk dinding yang kokoh.

“Saya tanya pekerjanya, kenapa cuma disusun saja batunya tidak pakai cor? Pekerjanya bilang nanti di atasnya baru dikasih. Menurut saya ini sudah menyalahi konstruksi,” ucapnya pada awak media, Sabtu (8/4/2023).

Pun turap memiliki fungsi untuk menahan pergeseran lateral tanah agar tidak terjadi guncangan pada tanah yang menyebabkan longsor. Oleh karena itu, dalam pembangunan turap dibutuhkan kombinasi bahan seperti batu, semen cor, besi sebagai tiang, pasir, dan lainnya.

Sedangkan turap atau disebut juga sebagai retaining wall dinding dibuat di tanah yang kemiringannya sulit dipertahankan secara alami. Seperti pada pinggiran sungai/kali, lereng curam, lereng tanah yang nyaris vertikal atau kondisi tanah yang tidak dapat ditanami tanaman (pepohonan).

Selain itu, pria yang akrab disapa Atos ini pun menyayangkan tidak ada pengawas dari pihak kontraktor saat pengerjaan dilakukan. Tenaga kerja pun terbatas, hanya ada dua orang. Sehingga pekerjaan terkesan lamban.

“Saya cari kontraktornya tidak ada, cuma ada pekerjanya 2 orang saja. Mana bisa cepat selesai kalau begini,” ungkapnya.

Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini meminta pihak kontraktor melakukan penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) serta melakukan evaluasi.

Terlebih proyek turap yang dikucur anggaran sebesar Rp6 miliar di Kelurahan Api-Api tersebut seharusnya sudah rampung pada 25 Desember 2022 lalu, namun pihak kontraktor meminta perpanjangan waktu hingga 2023.

Ia mengimbau pembangunan tembok tinggi penahan tanah ini dikerjakan dengan benar agar bisa bertahan lebih lama. Pasalnya terdapat banyak bangunan pemerintahan yang belum lama usai dibangun sudah mengalami kerusakan.

“Harus benar-benar diawasi konsultan perencanaan. Jangan sampai tidak kuat karena pemasangan Batu kurang sempurna dan tidak sesuai dengan perencanaan awal. Seperti turap di Gunung Elai, sudah retak bahkan turap yang lama dan yang baru pisah”, tegasnya. (*)

Penulis: Mira

Print Friendly, PDF & Email

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
21,600PelangganBerlangganan