KATEBAKALTIM.com,BONTANG – DPRD Kota Bontang menargetkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) rampung dalam waktu tiga bulan.
Regulasi tersebut dianggap strategis karena akan menjadi pedoman utama pembangunan daerah sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha yang berinvestasi di Kota Taman.
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengatakan percepatan pembahasan RTRW menjadi salah satu prioritas lembaga legislatif. Targetnya, dokumen tersebut dapat segera diajukan untuk proses fasilitasi ke Kementerian Hukum dan HAM pada akhir September 2026.
Menurut Andi Faizal, keberadaan RTRW sangat menentukan arah pengembangan kota karena mengatur pemanfaatan ruang untuk berbagai sektor, mulai dari permukiman, kawasan industri, perdagangan hingga infrastruktur.
“Dokumen ini bukan sekadar aturan tata ruang, tetapi juga menjadi landasan dalam menentukan arah pembangunan Bontang ke depan. Dengan RTRW yang jelas, masyarakat maupun investor memiliki kepastian terkait pemanfaatan ruang di daerah,” katanya, Sabtu (30/5/2026).
Untuk mempercepat proses pembahasan, DPRD telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) RTRW yang melibatkan perwakilan dari seluruh fraksi. Joni Alla Padang ditunjuk sebagai ketua pansus, sementara Muhammad Sahib dipercaya sebagai wakil ketua.
Andi Faizal menjelaskan penyusunan RTRW membutuhkan pembahasan yang komprehensif karena harus mengakomodasi berbagai kepentingan. Oleh sebab itu, DPRD akan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan agar dokumen yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan pembangunan kota secara menyeluruh.
“Banyak aspek yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan RTRW. Karena itu, pembahasannya harus dilakukan secara matang agar dapat menyeimbangkan kebutuhan pembangunan dengan pengaturan ruang yang tepat,” ujarnya.
Ia optimistis target penyelesaian dalam tiga bulan dapat tercapai apabila seluruh pihak yang terlibat dapat bekerja sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Kami berharap RTRW ini nantinya menjadi pedoman yang mampu mendukung pembangunan berkelanjutan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bontang dalam jangka panjang,” tutupnya. (Adv)
